Senin, 03 Desember 2012

MAKHORIJUL HURUF HIJAIYYAH


Makhorijul Huruf Arab Hijaiyyah


Lembar Islam Dot Com kali ini membahas tentang tempat keluarnya huruf hijaiyyah saat diucapkan Dan Baca tentang artikel tentang keislaman yang lain disini
Makhorijul Huruf Arab Hijaiyyah

NO
Tempat Keluar Huruf
Huruf
1
Keluar dari pangkal tenggorokan mendekati dada
ء  ﻫ
2
Keluar dari tengah-tengah tenggorokan tepat
ع ح
3
Keluar dari tenggorokan bagian atas
غ خ
4
Keluar dari pangkal lidah
ق
5
Keluar dari antara pangkal lidah dibawah huruf ق serta langit-langit atas
ك
6
Keluar dari antara tengah-tengah lidah dan langit-langit atas
ج ش ي
7
Keluar dari salah satu tepi lidah kanan atau kiri serta gigi graham atas.
ض
8
Keluar dari antara kedua tepi lidah kanan dan kiri
ل
9
Keluar dari ujung lidah sedikit dibawah huruf ل
ن
10
Mendekati huruf ن
ر
11
Keluar dari antara ujung lidah dan pangkal gigi atas
ط ت د
12
Keluar dari antara ujung lidah dan gigi depan atas dan bawah
ص س ز
13
Keluar dari antara ujung lidah serta ujung kedua gigi atas dan bawah membuka
ظ ذ ث
14
Keluar dari antara lapisan bibir bawah serta gigi depan atas
ف
15
Keluar dari antara kedua bibir, kalau و   bibir sedikit merenggang, kalau ب   dan م  kedua bibir merapat
و ب م

 Tiap-tiap huruf hijaiyah mempunyai tempat keluarnya masing-masing dari bagian-bagian mulut tertentu. Tempat keluar huruf ini dinamakan Makhraj. Tempat-tempat keluarnya huruf hijaiyah (29) itu memang banyak yang berbeda pendapat, namun dari sekian pendapat yang paling banyak diikuti oleh ulama qurro’ dan ahlul ada’ adalah pendapat Syekh Kholil bin Ahmad an-Nahwiy (Guru Imam Sibaweh). Adapun menurut beliau Makhorijul Huruf Hijaiyah itu ada 17 tempat, dan bila diringkas ada 5 tempat, yatu; Al-Jauf (lubang /rongga mulut), Al-Halqu (tenggorokan / kerongkongan), Al-Lisanu (lidah), Asy-Syafatain (dua bibir) dan Al-Khoisyum (janur hidung).
Penjelasan dari masing-masing makhorijul huruf tersebut adalah sebagai berikut:

1. Al-Jauf (الجوف), artinya rongga mulut dan rongga tenggorokan.
Al Jauf secara bahasa adalah “lubang atau lingkaran.” Sedangkan dalam istilah tajwid, al-jauf adalah suara atau bunyi huruf yang keluar dari rongga mulut dan tenggorokan. Al Jauf juga disebut sebagai tempat keluarnya huruf-huruf mad (panjang): (و ي ا ). Huruf-huruf mad ialah:
a. Alif, yang didahului harakat fathah : ا َ-
b. Ya’ sukun yang didahului harakat kasrah : ِ ي-
c. Wawu sukun yang didahului harakat dhummah :ُو -
Contoh-contoh bacaan Al Jauf :
يَاأَيُّهَاالَّذِينَ أَمَنُوا -قُوا أَنفُسَكُم -وَأَهْلِيكُمْ نَارًا – إِذَاجَاءَ نَصْرُاللهِ وَاْلفَتْح ِ – اَلرَّحْمَنِ الَّرحِيمِ – يَدْخُلُونَ فِي دِينِ اللهِ أَفْوَاجًا
2. Al-Halqu (الحلق), artinya tenggorokan / kerongkongan
Yaitu tempat keluar bunyi huruf hijaiyah yang terletak pada kerongkongan / tenggorokan. Huruf-huruf yang keluar dari lubang tenggorokan ada enam, yaitu: (أ ه ح خ ع غ). Dan berdasarkan perbedaan teknis pelafalannya, huruf-huruf halqiyah (huruf-huruf yang keluar dari tenggorokan) dibagi menjadi tiga bagian yaitu ;
a. Aqshal halqiy ( أَقْصَى اْلحَلْقِ ) artinya tenggorokan bagian bawah, yaitu huruf hamzah ( ء ) dan ha’ ( ه )
ء  :  أَرْسَلَ – لاَ أَعْبُدُ – إِيمَانًا – كَانَ يَؤُوسًا – مَأْكُولٌ – مَئَابًا – وَالْمَوْؤُودَةُ سُئِلَتْ
هـ :  كَيْدَهُم – يَهْدِي – وَهَّاجًا – وَإِنَّهُو – فَمَهِّلْهُمْ رُوَيْدًا – ثُمَّ يَهِيجُ – إِهْدِنَا الصِّرَطَ
b. Wasthul halqiy ( وَسْط ُالْحَلْقِ ) artinya tenggorokan bagian tengah, yaitu huruf ha’ ( ح ) dan ’ain ( ع )
ح : عَلِيمًا حَكِيمًا – قُلْ هُوَ اللهُ أَحَدٌ – فَحَشَرَفَنَادَى – مِن مَحِيصٍ – فَسَبِّحْ بِحَمْدِربك
ع : عَمَّ يَتَسَاءَ لُونَ – إِنَّ مَعَ اْلعُسْرِيُسْرَا – وَعَمِلُواالصَّاِلحَاتِ – فِي عِيشَةٍالرَّاضِيَةٍ
c. Adnal halqiy ( أَدْنَى الْحَلْقِ ) adalah tenggorokan bagian atas, yaitu huruf ghoin  ( غ ) dan kho’ ( خ )
خ : وَاللهُ أَخْرَجَكُمْ – خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًا – كَيْفَ خُلِقَتْ – وَمَنْ خَفَّتْ مَوَازِينُهُ
غ : غَيْرِالْمَغْضُوبِ عَلَيْهِم – وَأَغْطَشَ لَيْلَهَا – وَمَغَانِمَ كَثِيرًا – فَإِذَافَرَغْتَ فَانصَبْ
3. Al-Lisan (اللسان), artinya lidah
Bunyi huruf hijaiyah dengan tempat keluarnya dari lidah ada 18 huruf, yaitu : Berdasarkan delapan belas huruf itu dapat dikelompokkan menjadi 7 makhraj, yaitu sebagai berikut :
1)    Pangkal Lidah ( أَقْصَى الِّلسَانِ )
a. Pangkal lidah dan langit-langit mulut bagian belakang, yaitu huruf Qof (ق). Maksudnya bunyi huruf qof ini keluar dari pangkal lidah dekat dengan kerongkongan yang dihimpitkan ke langit-langit mulut bagian belakang.
ق : لاَ أُقْسِمُ بِيَوْمِ اْلقِيَمَةِ – إِقْرَءْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقْ – خَلَقَ اْلإِنسَانَ مِنْ عَلَقْ – إِقْرَءْ وَرَبُّكَ اْلأَكْرَمْ – قَدْ أَفْلَحَ اْلمُؤْمِنُونَ
b. Pangkal lidah bagian tengah dan langit-langit mulut bagian tengah, yaitu huruf Kaf (ك). Maksudnya bunyi huruf kaf ini keluar dari pangkal lidah di depan makhraj huruf qof, yang dihimpitkan ke langit-langit bagian mulut bagian tengah.
ك : أَلَمْ نَشْرَحْ لَكَ صَدْرَكَ – وَوَضَعْنَاعَنكَ وِزْرَكَ – كِرَامًا كَاتِبِينَ – وَيُزَكِّيكُم – وَيْلٌ لِلْمُكَذِّبِينَ – وَاللهُ لاَيُحِبُّ اْلمُتَكَبِّرِينَ
“Dua huruf tersebut ( ق ) dan ( ك ), lazimnya disebut huruf LAHAWIYAH ( لهويّة ), artinya huruf-huruf sebangsa anak mulut atau sebangsa telak lidah.”
2)    Tengah-tengah lidah (وَسْطُ الِلسَان)
yaitu huruf Jim ( ج ), Syin ( ش ) dan Ya’ ( ي ). Maksudnya bunyi huruf-huruf tersebut keluar dari tengah-tengah lidah tepat, serta menepati langit-langit mulut yang tepat di atasnya.
ج : وَالسَّمَاءِ ذَاتِ الْبُرُوجِ – تَرْمِيهِم بِحِجَارَةٍ مِن سِجِّيلٍٍ- َكَذَالِكَ جَعَلْنَاكُم أُمَّةً وَسَطاًَ – مِن يَوْمِ الْجُمُعَةِ – َالجِبَالَ أَوْتَادًا
ش : وَالشَّمْسِ وَضُحَاهَا – مِن شَرِّمَاخَلَقَ – وَبَشِّرِالصَّابِرِينَ – َئِن شَكَرْتُم – لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُون َ- وَأَمْرُهُم شُورَى بَيْنَهُم
ي : الَّذِين َهُمْ يُرَاؤُنَ – يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ – يَابُنَيَّ أَقِمِ الصَّلاَةَ – يَاأَيُّهَاالنَّبِيِّ- مُصَدِّقًالمِاَ بَيْنَ يَدَيَّ مِنَ التَّوْرَةَ – وَيَوْمَ الْقِيَمَة
“Tiga huruf ini lazimnya disebut huruf SYAJARIYAH ( شجريّة ), artinya huruf-huruf sebangsa tengah lidah.”
3)    Kedua tepi lidah (حَافَتَااللِّسَانِ ) , yaitu huruf Dlod ( ض ).
Maksudnya bunyi huruf Dlod ( ض ) keluar dari tepi lidah (boleh tepi lidah kanan atau kiri) hingga sambung dengan makhrojnya huruf lam, serta menepati graham.
ض : وَاْلعَادِيَاتِ ضَبْحًا – وَلاَ يَخُضُّ – أَنقَضَ ظَهْرَكَ – وَلاَ الضَّــالِّينَ – وَلاَيَضُرُّكُم – فَلْيَضْحَكُوا قَلِيلاً – مُضِلِّينَ عَدُدَا
“Huruf Dlod ( ض ) ini lazimnya disebut huruf JAMBIYAH (حنبيّة), artinya huruf sebangsa tepi lidah.”
4)    Lidah terdekat ( أَدْنىَ اللِّسَانِ )
Lidah terdekat, terbagi menjadi tiga bagian:
1. Ujung sisi lidah dengan rongga atas setelah huruf dhad, adalah tempat keluarnya huruf: ل Maksudnya bunyi huruf Lam (ل) keluar dari tepi lidah (sebelah kiri/kanan) hingga penghabisan ujung lidah, serta menepati dengan langit-langit mulut atas
ل : وَجَنَّةٍ أَلْفَافًا – لاَ أُقْسِمُ بِهَذَااْلبَلَدِ – وَلِبَاسُهُم فِيهَاحَرِيرٌ – لُؤْلُؤٌمَكْنُون – إِنَّ اْلأِنسَانَ
2. Ujung sisi lidah dengan rangga atas setelah huruf lam, adalah tempat keluarnya huruf: ن Maksudnya bunyi huruf Nun (ن) keluar dari ujung lidah (setelah makhrojnya Lam (ل), lebih masuk sedikit ke dasar lidah dari pada Lam (ل)), serta menepati dengan langit-langit mulut atas.
ن : تَجْرِى مِن تَحْتِهَااْلأَنهَارٌ – وَإِذَامَسَّهُ الْخَيْرُمَنُواعًا – وَمِنهُم مَن يَقُولُ – يَمُنُّونَ عَلَيْهِم – وَأَنزَلْنَا مِنَ السَّمَاءِ مَاءً – إِنسٌ وَلاَجَانٌّ
3. Ujung sisi lidah dengan rongga atas setelah huruf nun, adalah tempat keluarnya huruf ر Maksudnya bunyi huruf Ro’ (ر) keluar dari ujung lidah tepat (setelah makhrojnya Nun dan lebih masuk ke dasar lidah dari pda Nun), serta menepati dengan langit-langit mulut atas.
ر : وَأَيَّدْنَهُ بِرُوحِ الْقُدُسِ – وَاللهُ بَصِيرٌ بِالْعِبَادِ – بَشِيرًا وَنَذِيرًا – إِلَيْنَامَرْجِعُكُم – إِلَى فِرْعَوْنَ – إِنَّاأَعْطَيْنَكَ الْكَوْثَرَ – وَمِمَّارَزَقْنَاهُم
“Tiga huruf tersebut di atas (Lam, Nun dan Ro’), lazimnya disebut huruf DZALQIYAH (ذلقية), artinya huruf-huruf sebangsa ujung lidah.”
5)    Ujung lidah ( طَرْفٌ اللِسَانِ )
Ujung lidah terbagi menjadi tiga bagian:
a. Ujung lidah yang menempel pada gusi atau pangkal gigi atas, tempat keluarnya huruf: ت – د – ط Maksudnya bunyi huruf-huruf tersebut keluar dari ujung lidah, serta menepati dengan pangkal dua gigi seri yang atas.
ت : تَبَّتْ يَدَاأَبِى لَهَبٍ وَتَبْ – أَتْمِمْ لَنَانُورَنَا – تَارَةً أُخْرًى – كِتَابًامَوْقُوتًا – وَالتِّينِ
د : وَاْلأَرْضَ مَدَدْنَهَا – وَلَدَارُاْلأَخِرَةِ – مَتَاعُ اْلحَيَاةِالدُّنْيَا – الَّتِي تَطَّلِعُ عَلَى اْلأَفْئِدَةِ
ط : وَالطُّورِ- مَسْطُورِ – تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ – يَبْسُطُ الرِّزْقَ – طَائِفَةٌأُخْرًى – بِسُلْطَانٍ
“Tiga huruf tersebut lazimnya disebut NATH’IYAH (نطغية), artinya huruf-huruf sebangsa kulit gusi atas.“
b. Ujung lidah bertemu dengan ujung gigi depan yang atas, yaitu tempat keluarnya huruf : ث- ذ – ظ Maksudnya huruf-huruf tersebut keluar dari ujung lidah, serta menepati dengan ujung dua gigi seri yang atas
ث : وَثِيَابَكَ فَطَهِّرْ – وَبَثَّ فِيْهَا – مَثْـنَى وَثُلاَثَ وَرُبَاع – ثَالِثُ ثَلاَثَةٍ – وَلاَأَكْثَرَمِن ذَلِكَ وَلاَ أَكْبَرَ اِلاَّ فيِ كِتَابٍ مُبِينٍ
ذ : وَاذْكُرُوااللهَ ذِكْرًا كَثِيرًا – وَلَأُعَذِّبَنَّهُ عَذَابًاشَدِيدً – وَ إِذْقَالَ إِبْرَاهِيمُ – وَيُعَذِّبُ مَن يَشَاءُ – مَن ذَالَّذِي يَشْفَعُ عِندَهُ إِلاَّ بِإِذْنِهِ
ظ : مِنَ الظَّالِمِينَ – أَظْلَمَ عَلَيْهِم – رَبَّنَاظَلَمْنَا – مِن ظُهُورِهِم لَأَظُنُّكَ – غَلِيظًاالْقَلْبِ – وَمَن أَظْلَمُ مِمَّنِ افْتَرَى عَلَى اللهِ الْكَذِبَ
“Tiga huruf ini lazimnya disebut huruf LITSAWIYAH (لثوية), artinya huruf sebangsa gusi.”
c. Ujung lidah ditempatkan antara gigi atas dan gigi bawah, yaitu tempat keluarnya huruf: ص ز س Maksudnya bunyi huruf-huruf tersebut keluar dari ujung lidah, serta menepati ujung dua gigi seri yang bawah.
ز : وَخَلَقْنَاكُم أَزْوَاجًا – إِذَا زُلْزِلَةِ الأَرْضُ زِلْزَالَهَا – فَقَدْفَازَفَوْزًاعَظِيمًا – وَأَنزَلْنَامِنَ السَّمَاءِمَاءًطَهُوْرًا – أَزْوَاجًالِتَسْكُنُواإِلَيْـهَا
س : سَأَلَ سَائِلٌ – لاَيَسْخَرْ قَوْمٌ مِنْ قَوٍْم – سَلْسَبِيلا – سَيَقُولُ السُّفَهَاءُ – الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِالنَّاسِ – مِنَ الْجِنَّةِوَالنَّاسِ
ص : تَصْلَى نَارًا حَامِيَةٍ- صَبَبْنَاالْمَاءَ صَبَّا – فِىصُدُورِالنَّاسِ – بُكْرَةً وَأَصِيلاً – وَاَقِيْمُواالصَّلَوةَ – يَااَيُّهَاالَّذِينَ أَمَنُواصَلُّوعَلَيْهِ
“Tiga huruf tersebut lazimnya disebut huruf ASALIYAH (أسلية), artinya huruf-huruf sebangsa runcing lidah.”
.
4.  Al-Syafatain (الشفتين) artinya dua bibir
Yaitu tempat keluarnya huruf hijaiyah yang terletak pada kedua bibir.Yang termasuk huruf-huruf syafatain ialah wawu (و), fa’ (ف), mim (م) dan ba’ (ب) Keempat huruf tersebut, terbagi menjadi dua bagian, dengan perincian sebagai berikut:
1.    Bibir bagian bawah dengan ujung gigi atas,
Bibir bagian bawah dengan ujung gigi atas, merupakan tempat keluarnya huruf: ف
ف : فيِ دِينِ اللهِ أَفْوَاجًا – وَيُفْسِدُونَ فيِ الْأَرْضِ – فَأَكْثَرُوافِيهَاالْفَسَاد َ- فَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ – الَّذِينَ يَرِثُونَ الْفِرْدَوسَ
2.    Kedua bibir:
a. Bibir dalam posisi tertutup, adalah tempat keluarnya huruf: ب dan م
ب : تَبَارَكَ الَّذِي بِيَدِهِ الْمُلْكُ – لِؤُلِىالْأَلْبَابِ – تَبَّتْ يَدَا أَبِي لَهَبٍ وَتَبَّ – الْمَغْضُـوبِ
م : مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ – حُبًّاجَمًّا – وَلَقَدْ هَمَّتْ بِهِ وَهَمَّ بِهَا – أَمهِلْهُم رُوَيدًا – أَنعَمتَ
b. Bibir dalam posisi terbuka, hurufnya adalah: و
و : اذاوَقَعَةِ الْوَاقِعَةُ – وِلْدَانَ شِيبًا – وَيَوْمَ وُلِدْتُ – عِوَجًا قَيِّمًا – أَوَلمَ ْيَرَاالَّذِينَ كَفَرُوا
“Empat huruf tersebut di atas lazimnya disebut huruf SYAFAWIYAH, artinya huruf-huruf sebangsa bibir.”
5.  Al-Khaisyum, (الخيشوم  ) artinya pangkal hidung
Yaitu tempat keluarnya huruf hijaiyah yang terletak pada janur hidung. Dan jika kita menutup hidung ketika membunyikan huruf tersebut, maka tidak dapat terdengar. Adapun huruf-hurufnya yaitu huruf-huruf ghunnah mim dan nun dengan ketentuan sebagai berikut:
1) Nun bertasydid (نّ)
2) Mim bertasydid (مّ)
3) Nun sukun yang dibaca idghom bigunnah, iqlab dan ikhfa’ haqiqiy
4) Mim sukun yang bertemu dengan mim (م) atau ba (ب)
Contoh:
ثُمَّّّّّّّّّّّّّ إِذَاشَاءَ َأَنشَرَةُ – فِي جَنّتِ النَّعِيمِ – رَسُولٍ كَرِيمٍ – مِسْكِينًاذَامَتْرَبَة- تَرْمِيهِم بِحِجَارَةٍ

CONTOH: PETIKAN KITAB ZABUR

Orang Islam pasti pernah mendengar kata Zabur, kitab yang diberikan kepada Nabi Daud, dan menjadi salah satu kitab yang wajib diimani bersama Taurat, Injil, dan Al-Quran.
Dan Tuhan-mu lebih mengetahui siapa yang (ada) di langit dan di bumi. Dan sesungguhnya telah Kami lebihkan sebagian nabi-nabi itu atas sebagian (yang lain), dan Kami berikan Zabur kepada Daud. (QS Al-Israa 55)
Kitab Zabur, bersama Taurat, sebenarnya ada di dalam Kitab Perjanjian Lama, yang bersama Kitab Perjanjian Baru menjadi kitab suci bagi ummat Nasrani atau Kristiani, baik Kristen (Protestan) maupun Katholik, yang dikenal sebagai Alkitab atau Bible. Sementara itu, Kitab Perjanjian Lama dipercaya sebagai kitab suci bagi umat Yahudi.
Kitab Zabur (Arab) atau Mazmur (Ibrani), dikenal sebagai sajak-sajak keagamaan dan karenanya banyak digunakan sebagai buku nyanyian dan doa, baik oleh umat Yahudi maupun Kristiani. Bagi kalangan Kristiani, sejumlah isi Zabur telah digubah menjadi nyanyian gereja.
Sajak-sajak dalam Zabur bermacam ragam: ada nyanyian pujian dan ada nyanyian untuk menyembah Tuhan; ada doa mohon pertolongan, perlindungan dan penyelamatan; doa mohon ampun; nyanyian syukur atas berkat Tuhan, permohonan supaya musuh dihukum.
Doa-doa dalam Zabur ada yang bersifat pribadi, ada pula yang bersifat nasional. Beberapa di antaranya menggambarkan perasaan seseorang yangpaling dalam, sedangkan lainnya menyatakan kebutuhan dan perasaan seluruh umat Allah.
Banyak orang Islam yang mungkin belum pernah membaca isi dari kitab itu. Meski Zabur ada di dalam Alkitab yang mudah ditemui, jarang orang Islam mau membacanya. Saya sendiri baru membaca kitab itu setelah melihat sebuah buku berjudul Zabur di sebuah toko buku di Ambasador Mal pada 15 Mei 2007, yang kemudian saya beli untuk menjadi koleksi perpustakaan pribadi.
Inilah beberapa petikan isi Kitab Zabur:
Syair ke-115
Kemuliaan hanya bagi Allah
Bukan kami, ya Allah, bukan kami,
melainkan nama-Mulah yang patut dimuliakan,
karena kasih abadi-Mu dan kesetiaan-Mu.
Syair ke-100Pujilah Allah dalam Bait-Nya *)

Ketahuilah bahwa Allah adalah Tuhan.
Dialah yang menjadikan kita, dan kita adalah milik-Nya.
Kita adalah umat-Nya, kawanan domba yang digembalakan-Nya.
Masuklah melalui pintu gerbang-Nya dengan ucapan syukur,
masuk ke pelataran-Nya dengan puji-pujian.
Mengucap syukur kepada-Nya dan pujilah nama-Nya!
*) Bait (Arab) = Rumah
Syair ke-84
Rindu pada Bait Allah

Ya Allah, Tuhan semesta alam, dengarkanlah kiranya doaku.
Indahkanlah, ya Tuhan yang disembah bani Yakub!
Pandanglah perisai kami, ya Allah,
perhatikanlah wajah orang yang Kau lantik.
Karena satu hari di pelataran-Mu lebih baik
dari pada seribu hari di tempat lain.
Aku lebih suka menjadi penunggu pintu Bait Tuhanku
daripada tinggal di rumah-rumah kefasikan.
Karena Allah, Tuhanku, adalah matahari dan perisai.
Allah mengaruniakan anugerah dan kemuliaan.
Syair ke-8
Manusia hina sebagai makhluk mulia
Ya Allah, ya Rabbana,
betapa mulia nama-Mu di seluruh bumi!
Keagungan-Mu Kau tempatkan melebihi langit.
Dari mulut bayi dan kanak-kanak yang menyusu pun
Kau letakkan dasar kekuatan karena lawan-lawanmu,
untuk membungkam musuh dan pendendam.
Syair ke-128
Berkah atas rumah tangga
Berbahagialah setiap orang yang bertakwa kepada Allah,
dan yang hidup menurut jalan-jalan-Nya.
Engkau akan memakan hasil jerih lelah tanganmu,
engkau akan berbahagia, dan keadaanmu akan baik.
Istrimu akan menjadi seperti pohon anggur yang
berbuah lebat
di dalam rumahmu,
dan anak-anakmu seperti ranting zaitun
di sekeliling mejamu.
Sesungguhnya demikianlan berkah akan dilimpahkan
atas orang-orang yang bertakwa kepada Allah.

BUKTI ISLAM LEBIH BENAR DARI PADA AGAMA-AGAMA YANG ADA


BUKTI ISLAM LEBIH BENAR DARI PADA AGAMA-AGAMA YANG ADA

Bukti islam agama yang benar

Lazimnya, kita berislam hanya mengikuti orang tua. Selanjutnya kita tidak pernah berfikir apakah agama itu benar atau salah. Biasanya orang mengatakan bahwa islam kita seperti ini adalah islam keturunan. Sehingga setelah sadar akan kedudukan kita sebagai Hamba Allah yang patut bersyukur atas nikmatNya, maka kita memulakan diri untuk mempelajari islam, selanjutnya kita dapat mengenal islam dan mengamalkannya.

Maka pada tahap ini, kita boleh disebut berislam dengan ilmu. Inilah perkara yang diinginkan Allah, yaitu berislam dengan ilmu, karena ilmu inilah yang akan membawa pemiliknya kepada iman, berserah diri kepada Allah dan tidak mensyirikkanNya dengan mengikuti sunnah NabiNya saw.

Jika kita lahir di timur dari keluarga islam, maka kita islam.
Jika kita lahir di barat dari keluarga christian, maka kita christian.
Jika kita lahir di Himalaya dari keluarga budha, maka kita jadi bhisksu.

Jadi, dalam pembahasan manakah agama yang benar diantara agama-agama yang ada, kita tidak bisa hanya berhujah dengan keyakinan saja, tetapi harus dibuktikan dengan bukti kebenaran fakta dan aqal sesuai dengan fitrah kemanusaian.
.
Jika Islam benar, apa buktinya?
Jika Christian benar, apa buktinya?
Jika hindu benar, apa buktinya?
Jika budha benar, apa buktinya?

Untuk membuktikan sebuah agama benar, maka tak boleh dilihat dari kesalahan ummatnya, kerana ummat tetaplah manusia yg tak sempurna.

Jika di negeri muslim ramai orang miskin yg beragama islam, maka itu tak berarti islam buruk, kerana di philipin yg miskin sangat agamanya ialah katholik.

Jika di negeri muslim ramai pesalah/penjahat di penjara yg beragama islam, maka tidak berarti islam buruk, kerana di brazil, venezuela, mexico, argentina yg menjadi pesalah/napi di penjara ialah beragama christian atau katholik.

Pembuktian sebuah agama benar juga tidak boleh dilihat dari pendapat orang, kerana lain orang lain fikiran, & ada ramai pendapat orang dimuka bumi ini yg satu sama lain berbeda.

Pembuktian sebuah agama benar wajib dilihat dari konsep keTuhanan, nabi sebagai utusan Tuhan dan kitabnya.

Jika memang Dia adalah Tuhan yang benar, maka wajib memiliki sifat : Esa/ tungggal, berkuasa, kekal dan tidak menyerupai makhluk ciptaanNya.

Begitu juga jika ia Nabi yang benar maka wajib terjaga dari kesalahan, manusia biasa, dan mempunyai mukjizat.

Jika kitabnya benar maka kitab itu harus sempurna dan lengkap, tidak ada kekeliruan , tidak ada perubahan , dan sebagai wahyu dari Tuhan.
Dalam memilih dan menentukan manakah agama yang benar, ada beberapa aspek yg perlu diambil perhatian:

1) Konsep ketuhanan.

Tuhan yang benar adalah tuhan yang esa/ tunggal. Jika Tuhan lebih dari satu, maka akan menolak fitrah aqal kemanusiaan, karena apapun kepemimpinan didunia ini yang diterima oleh manusia harus satu orang, begitu juga dengan kewujudan Tuhan yang harus tunggal.Tuhan harus berkuasa, kekal abadi dan tidak menyerupai makhluk serta mempunyai utusan.

2) Kenabian.

Tuhan yang berkuasa tidak pergi sendiri ke pada makhluknya untuk menjelaskan agamaNya. Tuhan wajib mempunya seorang utusan dari kalangan manusia yang disebut Nabi. Nabi seharusnya terjaga dari kesalahan, manusia biasa yang tidak mepunyai sifat ketuhanan, dan Nabi harus mempunyai mukjizat.

3) Kitab.

Tuhan wajib mempunyai kitab yang berisi perkataan Tuhan atau firmanNya ( wahyu ). Kitab yang benar adalah lengkap dan sempurna, tidak mempunyai kekurangan, tidak ada perubahan, tetap irisinil atau asli dari ia diturunkan hingga sekarang,dan bukan hasil buatan/ rekaan atau ucapan manusia.

Untuk melihat sedikit perbandingan agama-agama yang ada dan membuktikan bahwa Islam adalah agama yang benar secara singkat, maka bisa di perhatikan uraian dibawah ini :

1. ‘AQIDAH KETUHANAN

( Tuhan yang benar itu adalah yang ESA/ TUNGGAL, BERKUASA, KEKAL ABADI, DAN TIDAK MENYERUPAI MAKHLUK. MEMPUNYAI UTUSAN )

ISLAM: Di dalam agama Islam masalah ‘aqidah ketuhanan terlihat jelas pada prinsip ajaran Tauhid, yaitu hanya Alloh semata Tuhan seluruh alam semesta, sehingga yang ber-hak untuk disembah pun hanya Alloh semata.
YAHUDI: Agama Yahudi meyakini keesaan Alloh dalam ketuhanan Nya, namun umat Yahudi meyakini bahwa Alloh memiliki putera, yaitu Uzair. Sehingga dalam peribadatannya selain menyembah Alloh, mereka juga menyembah Uzair atau Ezra.

KRISTEN( Protestan ): Agama Kristen Protestan adalah sempalan dari agama Ka tholik. Umat Protestan mengaku mengesakan Tuhan, namun dalam keesaan yang berbilang, yaitu Tuhan itu Esa namun terdiri dari 3 oknum, yaitu Alloh ( Tuhan Bapa ), ‘Isa atau Yesus ( tuhan anak ) dan Roh Qudus, yang kemudian disebut dengan Trinitas atau Tritunggal. Sehingga dalam peribadatannya mereka menyembah kepada semua oknum tuhan tersebut.

Kalau didalam Agama Islam jelas tidak rumit dan juga rasional Bahwa Tuahan (Allah SWT) itu Esa dan serba Maha Dalam Qs 112 Alkhlash Tuhan (Allah) itu Maha Esa Dialah tempat bergantung(meminta pertolongan Dia tidak beranak dan tidak pula di peranakan dan tidak ada yang setara dengan Dia.

Dalam Agama Kristen kita kenal Tuhan Bapa, Tuhan Anak dan Roh Kudus yang ketiganya adalah satu di sebut trinitas atau sekarang di sebut Tri tunggal, satu tambah satu di tambah satu sama dengan satu dan menurut saya dari situ saja sudah tidak rasional, tapi tetap harus kita hormati karena Islam yang mengajarkan demikian. Masalah Yesus sebenarnya dikalangan Grejapun banyak sekali perdebatan mengenai Ketuhanan yesus, dan sebenarnya kalau kita mau jujur dalam Al-kitab sendiri Dari Kejadian sampai Wahyu tidak ada pernyatan dari Yesus sendiri AKU INI ADALAH TUHAN SEMBAHLAH AKU kalau memang dia itu Tuhan mustinya kan harus ada pernyataan pernyataan dari dia sendiri bahwa dia itu Tuhan seperti didalam Al-Quran jelas QS 20 14 “Akulah Sesungguhnya aku ini Allah tidak ada Tuhan selain yang Hak selain Aku dan diriklanlah solat untuk mengingtKu”.

YESUS MENGAKU UTUSAN:

MATIUS10:40 “Barang siapa menyambut aku, ia menyambut Dia yang mengutus Aku”.
MARKUS 9:37 “Dan barang siapa menyambut Aku, bukan aku yang disambut tapi Dia yang mengutus Aku” dan didalam Yohanes 5:37, Yohanes 7:16, Yohanes 14:24 dll Bahkan dalam MATIUS 15:24 Yesus mengatakan bahwa Dia Diutus hanya untuk orang israel dan didalam Alkitabpun tdak ada Kemahan didalam diri Yesus.

KATHOLIK: Agama Katholik adalah sempalan dari agama Ortodox. Umat Katholik mengaku mengesakan Tuhan dengan keesaan yang berbilang yang tercermin dalam ajaran Trinitas atau Tritunggal, yaitu : Tuhan Bapa, tuhan anak dan Roh Qudus. Selain itu mereka juga menyembah Bunda Maria.

HINDU: Agama Hindu menetapkan Tuhan tertingginya adalah Iswara atau Trimurti yang terdiri dari Dewa Brahma, Dewa Wisnu dan Dewa Ciwa. Namun dalam peribadatannya umat Hindu terbelah-bagi, sebagian ada aliran yang me-nyembah Brahma, ada yang menyembah Wisnu dan ada pula yang menyembah Ciwa. Agama Hindu Bali ( Gama Bali ) termasuk yang menyembah Ciwa. Selain itu mere-ka juga menyembah dewa-dewi lainnya yang jumlahnya sangat banyak.

BUDHA: Agama Budha pada asalnya hanya merupakan ajaran filsafat kehidupan. Namun sepeninggal Sidharta Gautama agama Budha mulai berbicara mengenai ketuhanan. Tuhan tertinggi menurut Umat Budha adalah Sang Hyang Adhi Budha. Selain itu, umat Budha mengimport pula dewa-dewi yang lainnya baik yang berasal dari agama Hin-du atau dari ajaran Animisme China. Dan dalam perkembangannya, Shidarta Gautama dan orang-orang suci yang dianggap telah mencapai derajat kebudhaan ikut pula disembah.

2.SIFAT-SIFAT TUHAN

( Tuhan yang benar itu adalah yang ESA/ TUNGGAL, BERKUASA, KEKAL ABADI, DAN TIDAK MENYERUPAI MAKHLUK, MEMPUNYAI UTUSAN )

ISLAM: Dalam ajaran agama Islam, Alloh memiliki sifat-sifat yang mulia dan sempurna yang tidak mungkin diserupai oleh siapa pun. Yaitu sifat-sifat yang tersebut dalam Al-Qur’an dan hadits-hadits yang shohih, tanpa menyerupa kan dengan si-fat-sifat makhluk dan tanpa menta’wilkan-nya ( memalingkan maknanya ).
YAHUDI: Dalam ajaran Yahudi, Alloh dianggap memiliki sifat-si- fat yang kurang sempurna, seperti kikir, bodoh, faqir dan lain-lainnya.

KRISTEN: Dalam ajaran Kristen, baik Protestan maupun Katholik, Alloh adalah sosok yang biasa digambarkan dalam wujud manusia atau diserupakan dengan bentuk manusia.

HINDU: Dalam agama Hindu, dewa-dewa mereka memiliki sifat-sifat yang serba kekurangan, sifat yang ada pada suatu de wa terkadang tidak dimiliki oleh dewa yang lainnya. Se-lain itu, penganut Hindu juga menggambarkan dewa-de-wi mereka dengan berbagai bentuk, ada yang berbentuk manusia dan ada pula yang berbentuk hewan, ada yang tampan atau cantik, tapi ada juga yang jelek dan kejam.

BUDHA: Dalam agama Budha, Tuhan atau dewa tertinggi mereka digambarkan sebagai seorang yang berbentuk manusia se dang duduk bersila dengan bertelanjang dada. Dan sifat-sifat dewa-dewi lainnya sama dengan agama Hindu, yai-tu ada yang tampan atau cantik, namun ada pula yang bu-ruk rupa.

3.KENABIAN

( NABI YANG TERJAGA DARI KESALAHAN, MANUSIA BIASA TIDAK MEMPUNYAI SIFAT KETUHANAN, MEMPUNYAI MUKJIZAT )

ISLAM: Agama Islam meyakini bahwa sosok para nabi adalah pri badi pilihan yang terjaga dari segala macam sifat tercela, bahkan sebelum mereka diangkat menjadi nabi. Namun demikian, para nabi adalah manusia biasa yang tidak me-miliki sifat-sifat ketuhanan.

YAHUDI: Agama Yahudi banyak memberikan sifat-sifat yang tercela kepada para nabi, seperti : pemabuk, pezina, mata ke-ranjang dan lain-lain, baik sebelum maupun setelah men-jadi nabi. Bahkan mereka tak segan-segan membunuh pa ra nabi yang tidak sesuai dengan hawa nafsu mereka.
KRISTEN( Protestan ): Agama Kristen Protestan membolehkan seorang nabi memiliki masa lalu yang buruk, sebagaimana Rosul Paulus yang mantan musuh besar Nabi ‘Isa.

KATHOLIK: Agama Katholik selain membolehkan seorang nabi memiliki masa lalu yang buruk, mereka juga mengkultuskan para nabi, bahkan memberikan sebagian sifat Tuhan kepa da para nabi.

HINDU: Agama Hindu tidak mengakui adanya para nabi. Mereka hanya percaya kepada para Reci yang bertapa dan menda pat wangsit berkenaan dengan agama mereka.

BUDHA: Agama Budha juga tidak mengenal adanya para nabi. Mereka hanya mengakui adanya orang-orang suci yang berupaya mencapai tingkat kebudhaan.

4.KITAB SUCI

( Kitab yang benar itu adalah LENGKAP DAN SEMPURNA, TIDAK ADA KEKELIRUAN, TIDAK ADA PERUBAHAN, WAHYU DARI TUHAN, ORISINIL ATAU ASLI DAN BUKAN REKAAN ATAU BUATAN/ UCAPAN MANUSIA)

ISLAM: Dalam agama Islam, kitab suci Al-Qur’an adalah firman Alloh, bukan buatan atau rekaan Nabi Muhammad shol lallohu ‘alaihi wa sallam yang mesti diriwayatkan secara mutawatir sebagaimana aslinya. Ada pun perkataan Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam adalah hadits, yang hadits pun mesti diriwayatkan secara shohih atau hasan.

YAHUDI: Dalam agama Yahudi, kitab suci mereka telah musnah ketika perkampungan mereka diserbu oleh Bukhtunshir. Penulisan kembali kitab TAURAT dan TALMUD tidak lagi diketahui penulisnya dan waktu penulisannya.

KRISTEN( Protestan ): Dalam agama Kristen Protestan, kitab suci mereka yaitu Injil versi King James, tidak lagi orisinil. Di samping pe-riwayatannya yang tidak mutawatir, bahkan tidak shohih, yang berbahasa aslinya pun tidak lagi diketahui. Bahkan dimungkinkan bagi mereka untuk melakukan revisi pada Injil-Injilnya tersebut.

KATHOLIK: Dalam agama Katholik, kitab suci mereka yaitu Injil ver-si Douay tidak lagi orisinil. Karena periwayatannya yang tidak mutawatir, bahkan tidak shohih, yang berbahasa aslinya pun tidak lagi diketahui. Selain itu, Injil versi Katholik banyak mengalami penambahan yang tidak ada pada Injil versi Protestan.

HINDU: Kitab suci agama Hindu yaitu Veda, tidak hanyalah ki-dung-kidung gubahan para reci dan pertama yang dibuku kan tanpa diketahuo penulis dan waktu ditulisnya. Bahkan tidak semua orang Hindu diizinkan mendengar dan membaca kitab Veda, yaitu Kasta Brahmana, Ksatria dan Waisya. Sedangkan kasta Sudra dan Paria dilarang keras mendengarkan Veda.

BUDHA: Kitab suci agama Budha yaitu Tripitaka hanya khutbah-khutbah Sidharta Gautama yang ditulis ¾ abad sepening-gal Sidharta, itu pun belum lengkap. Ditulis baru secara lengkap sekitar 4 abad setelah meninggalnya Sidharta. Dengan demikian kitab suci Tripitaka bukan wahyu.

NABI ISA


Yesus tidak mati disalib tetapi diangkat ke langit

Yesus tidak mati disalib tetapi diangkat ke langit


Salaaamun alaikum w.b.t….. Menurut agama Kristian, Jesus ataupun Nabi Isa a.s telah mati disalib oleh orang-orang yahudi. Dan ini lah yang diimani oleh mereka dari dulu dan menganggap itu adalah penebusan dosa terhadap dosa Nabi Adam a.s. Tetapi pada hakikatnya Nabi Isa a.s tidak mati malah baginda diangkat ke langit ke sisi Allah dan dia termasuk di dalam orang-orang yang ditangguh kematiannya (minal mundzharin).

Ada pendapat bahawa manusia yang digantikan sebagai jesus pada masa itu ialah Judas Iscariot , di mana Judas adalah salah seorang dari sahabat Nabi Isa a.s dan merangkap anak muridnya tetapi cuba berpaling tadah dan dialah yang memberitahu tempat persembunyian Nabi isa a.s kepada pemerintah Rome pada waktu itu. Tetapi Allah Maha Pengasih dan Maha Penyayang terhadap nabiNya, Judas telah ditukar kan rupanya sebaik sahaja beliau keluar dari tempat persembunyian Nabi Isa a.s untuk memberitahu kepada askar-askar agar menangkap Nabi Isa. Para askar terus menangkap Judas Iscariot yang waktu itu berwajah Nabi Isa dan terus dibawa ke pengadilan. Dan Nabi isa a.s dengan rahmat Allah telah diangkat ke langit tanpa diketahui oleh pemerintah Rome.

Dan ada juga pendapat mengatakan Judas Escariot itu bukannya pengkhianat. Dan ada pendapat mengatakan salah seorang murid Yesus telah dengan sukarela mengganti tempat Yesus dan sanggup ditukar rupanya menjadi seperti Yesus. Dan pendapat ini adalah pendapat yang kuat dari sisi kaca mata umat Islam. Dijelaskan bahawa para pengikut Nabi Isa a.s yang setia iaitu yang digelar Hawariyyun adalah mereka yang setia kepada nabi Isa a.s.

Dan (ingatlah), ketika Aku ilhamkan kepada pengikut ‘Isa yang setia : “Berimanlah kamu kepada-Ku dan kepada rasul-Ku”. Mereka menjawab:”Kami telah beriman dan saksikanlah (wahai rasul) bahawa sesungguhnya kami adalah orang-orang yang patuh (kepada seruanmu)”.

“ Surah Al Maa’idah : 111

Kesetiaan mereka pun telah teruji, ketika nabi Isa mulai mencium keingkaran dan niat orang-orang Yahudi untuk membunuhnya, maka beliau menawarkan kepada ke-12 muridnya

“siapakah di antara kalian yang bersedia diserupakan dengan aku, lalu dibunuh untuk menggantikan aku, maka ia akan menjadi temanku di syurga”

Maka tampillah salah seorang hawariyyun yang paling muda umurnya di antara mereka sebagai tanda kesediaannya, namun nabi Isa berkata :

“Duduklah”

Kemudian nabi Isa as mengulang lagi pertanyaan serupa, namun pemuda tersebut kembali berdiri sebagai tanda kesediaannya, nabi Isa as pun menolaknya untuk kedua kalinya :

“Duduklah”

Kemudian nabi Isa as mengulang lagi pertanyaannya yang ketiga kalinya, dan pemuda itu pun kembali berdiri menyatakan kesediaannya, barulah nabi Isa as menerima dengan rasa haru atas keteguhan iman pemuda tersebut :

“Engkaulah orang itu”

Beberapa hari berikutnya, ketika orang-orang Yahudi telah berhasil mengepung nabi Isa as, maka pemuda tersebut berubah menyerupai nabi Isa, akhirnya ia ditangkap oleh orang-orang Yahudi dan nabi Isa as selamat yang akhirnya terangkat ke langit –Diriwayatkan oleh Abi Hatim dari Ibnu Abbas, tafsir Ibnu Katsir QS. 5:157- dan akan turun kelak menjelang hari kiamat untuk menghakimi orang-orang Yahudi/Israel.

Dan ada orang-orang yang menuduh ada percanggahan dalam ayat AlQuran tentang keberangkatan Nabi Isa a.s ke langit. Tetapi sebenarnya itu bukan percanggahan tetapi salah faham mereka yang tidak memahami Bahasa Arab dengan baik. Yang menjadi salah faham itu adalah apabila ayat Al Quran tentang Nabi Isa itu diterjemahkan ke dalam bahasa lain seperti Bahasa Malaysia, Indonesia , Inggeris dan sebagainya.

Ayat-ayat tersebut seperti ,


“(Ingatlah) ketika Allah berfirman, “Hai Isa, sesungguhnya Aku akan menyampaikan kamu kepada akhir ajalmu (mutawaffiika) dan mengangkat kamu kepada-Ku…”


(Surah Ali Imran: 55).

Dan juga pada ayat;


“Aku tidak pernah mengatakan kepada mereka kecuali apa yang Engkau perintahkan kepadaku (mengatakan)nya iaitu, ‘Sembahlah Allah, Tuhanku dan Tuhanmu’, dan adalah aku menjadi saksi terhadap mereka, selama aku berada di antara mereka. Maka setelah Engkau wafatkan (angkat) aku, Engkaulah yang mengawasi mereka. Dan Engkau adalah Maha Menyaksikan atas segala sesuatu.”


(Surat al-Maa’idah: 117)

Maka ia seolah-olah menceritakan bahawa Nabi Isa a.s telah wafat. Tetapi sebenarnya maksud dalam Bahasa Arab sebenarnya bukanlah meninggal dunia sebagaimana yang kita fahami. Dalam bahasa Arab, kata yang diterjemahkan dalam ayat-ayat tersebut menjadi “meninggal” (to die) adalah kata “tawaffa” dan berasal dari kata “wafa – memenuhi/mengabulkan”. Tawaffa tidak bererti “kematian” tetapi merupakan aksi “penarikan jiwa kembali”, baik dalam keadaan tidur mahupun meninggal. Juga dari Al-Qur’an, kita memahami bahawa “penarikan jiwa kembali” tidak serta merta bermakna kematian.

Misalnya, dalam satu ayat di mana kata “tawaffa” digunakan, makna yang dimaksudkan bukanlah kematian seorang manusia, tetapi ‘penarikan jiwa dari tidurnya’.

“Dan Dialah yang menidurkan kamu (yatawaffakum) di malam hari dan Dia mengetahui apa yang kamu kerjakan pada siang hari, kemudian Dia membangunkan kamu pada siang hari untuk disempurnakan umur(mu) yang telah ditentukan, kemudian kepada Allah-lah kamu kembali, lalu Dia memberitahukan kepadamu apa yang dahulu kamu kerjakan.” (Surat al-An’aam: 60)

Sedangkan ayat tersebut menggunakan perkataan ‘yatawaffa’ yang juga bermaksud wafat atau mati. Tetapi dalam ayat di atas ini bukan Allah hendak beritahu tentang kematian, tetapi manusia ditidurkan atau dengan kata lain ‘penarikan jiwa dari tidurnya’. Dan kata-kata yang digunakan itu adalah sama dengan yang disebut dalam Surah Ali Imran ayat 55 tadi.

Maka ianya juga sama dengan keadaan dalam ayat di bawah ini;


“Allah memegang jiwa (orang) ketika matinya dan (memegang) jiwa (orang) yang belum mati di waktu tidurnya; maka Dia tahanlah jiwa (orang) yang telah dia tetapkan kematiannya dan Dia melepaskan jiwa yang lain sampai waktu yang ditentukan. Sesungguhnya yang demikian itu terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi kaum yang berfikir.”


(Surat az-Zumar: 42)

Sebagaimana disebutkan dalam ayat di atas, Allah menarik jiwa orang yang sedang tidur, namun Dia mengirim kembali jiwa-jiwa tersebut kepada mereka yang waktu kematiannya belum ditentukan. Dalam konteks ini, dalam tidurnya, seseorang tidaklah wafat dalam erti kematian. Tetapi ia hanyalah peninggalan sementara jiwa dari tubuh dan pendapat ulamak mengatakan roh ketika tidur akan terbang ke langit dan ke beberapa tempat lain dan mungkin juga akan melihat ke Luh Mahfiz dengan izin Allah.

Imam al-Qurtubi menjelaskan bahawa ada tiga makna dalam istilah ‘wafat’: wafat kematian, wafat tidur, dan terakhir sekali wafat diangkat kepada Allah, sebagaimana yang terjadi pada Nabi Isa (as). Kesimpulannya, kita dapat mengatakan bahawa Jesus (as) kemungkinan berada pada suatu tempat yang khusus, diangkat ke sisi Allah. Apa yang sebenarnya dia alami bukanlah kematian dalam erti yang biasa kita fahami, melainkan benar-benar merupakan suatu keberangkatan dari dimensi ini ke dimensi yang lain.


“Dan kerana ucapan mereka, “Sesungguhnya kami telah membunuh Al-Masih, Isa putera Maryam, Rasul Allah”, padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak pula menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih faham tentang (pembunuhan) Isa, benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu kecuali mengikuti persangkaan belaka, mereka tidak (pula) yakin bahawa yang mereka bunuh itu adalah Isa. Tetapi (yang sebenarnya), Allah telah mengangkat Isa kepada-Nya. Dan adalah Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.”

(Surat an-Nisaa’: 157-158 )

Semoga kita semua menjauhi pendapat yang mengatakan Jesus a.s mati disalib yang pada ketika itu ada beberapa orang penjenayah lain yang disalib bersama-samanya. Darjat para nabi adalah tinggi dan kita tidak boleh merendah-rendahkan darjat mereka sebegitu rupa. Jika mereka mengatakan bahawa Jesus a.s mati disalib, maka sama lah seperti mereka merendah-rendahkan darjat seorang nabi, na’uzubillahi min zaalik.

Walau bagaimana pun perselisihan pendapat sudah semestinya ada terutamanya apabila merungkaikan persoalan sejarah. Manusia mempunyai banyak ideologi, corak pemikiran dan boleh menyebabkan bermacam salah faham. Yang penting, keimanan kita mesti tetap utuh terhadap ALLAH S.a.w walaupun digoyah oleh musuh-musuh Islam yang cuba memporak-perandakan umat ini.

Wallahu a’lam :-)


Rujukan :

1- Jesus akan kembali – Harun Yahya
2 – al-islahonline.com

NABI ISA: KEMBALI KEPADA ISLAM.


SIAPAKAH NABI ISA AS?

NABI ISA

Ia bergelar Almasih dan dipanggil Ibnu Maryam, putra Maryam (Q.3:45). Nabi Isa a.s. diutus Allah Swt. sebagai nabi dan rasul. Ia lahir tanpa ayah, tetapi bukan karena zina. Sejak masih bayi, ia berperilaku lain dari teman sebayanya. Pada usia 12 tahun, ia menuntut ilmu dengan menghadiri diskusi para ulama di Baitulmakdis. Pada usia 30 tahun, ia menerima tugas kenabian di Bukit Zaitun. Ketika itu ia sedang beribadah bersama ibunya dan dikelilingi oleh malaikat. Maryam sudah tahu bahwa putranya akan mendapat tugas kenabian ketika hal itu diberitahukan kepadanya. Setelah menerima wahyu berupa Injil (Q.19:30;
57:27), ia memaklumkan kerasulannya kepada Bani Israil. Namun, para pemuka agama marah, lalu menuntut agar Nabi Isa membuktikan kerasulannya. Ia menunjukkan sejumlah mukjizat yang memperkuat dakwahnya. Al-Qur'an menegaskan bahwa Isa sama sekali tidak memiliki sifat ketuhanan, dan bukan "putra Tuhan." Islam menolak gagasan trinitas, yang menganggap Isa sebagai Tuhan (Q.4:171; 5:17; 73-75; 116-117). Nabi Isa hanya mengaku diri sebagai nabi dan rasul, dan tidak pernah sebagai Tuhan. Ia malah percaya kepada Allah Swt., pencipta alam semesta, termasuk pencipta dirinya.

KELAHIRAN NABI ISA

Usia kandungan Maryam semakin dekat pada hari kelahiran. Maryam keluar dari daerah pengasingannya untuk menyelamatkan diri serta bayi yang dikandungnya. Maryam semakin merasakan gerak bayi dalam kandungannya. Geraknya semakin lama semakin kuat. Karena merasa sakit, Maryam membaringkan diri. Pada saat itulah lahir seorang anak dari rahimnya. Bayi ini adalah Isa bin Maryam.

BAITULLAHAM

Setelah melahirkan, Maryam merasa lapar dan haus. Ia menggoyang- goyangkan pohon kurma (Q.19:22-26) lalu memakan buah kurma yang terjatuh, dan minum air sungai yang mengalir dekat pohon kurma tempatnya bersandar. Ia bersyukur kepada Allah Swt. karena diberi kemudahan ketika melahirkan putranya. Tempat kelahiran Isa disebut Baitullaham (Bethlehem), yang berarti "tempat lahir". Kota ini terletak sekitar 9,5 km di selatan Yerusalem. Ketika Nabi Isa lahir, Israil dijajah oleh bangsa Romawi.

BAYI PANDAI BICARA

Beberapa hari setelah kelahirannya, Nabi Isa dibawa pulang ke kampung ibunya. Orang kampung berdatangan melihat putra Maryam. Mereka mencemoohkan Maryam karena membawa bayi tanpa ayah. Mereka menuduhnya berbuat zina, padahal ia berasal dari keluarga baik- baik. Maryam tidak menanggapi tuduhan itu, tetapi memberi isyarat kepada bayinya. Tiba-tiba, bayinya menjawab bahwa tuduhan itu tidak benar. Jawaban ini berhasil membungkam mulut mereka. Begitulah Allah Swt. memperlihatkan kekuasaan-Nya. Nabi Isa dikhitan pada usia 8 hari, sesuai dengan syariat para nabi sejak Nabi Ibrahim.

HAMBA TUHAN

Maryam lahir dari keluarga Imran. Maryam berarti " tidak bercela," juga bisa berarti "hamba Tuhan." Ia diasuh oleh Nabi Zakaria setelah ayahnya meninggal. Ketika berada di sebuah mihrab, Maryam didatangi oleh seorang malaikat untuk memberinya seorang putra suci. Maryam terkejut karena ia tidak pernah disentuh oleh laki-laki. Ia khawatir akan dicemoohkan jika ternyata ia hamil. Ketika kandungannya semakin besar, ia menjauhkan diri dari Baitulmakdis. Ia pindah ke desa kelahirannya, Nasirah (Nasaret). Maryam melahirkan seorang bayi tanpa suami (Q.3:45-48, 59; 19:16-35; 21:91; 66:12).

HERODUS

Orang Yerusalem mengenal Nabi Isa sebagai pemuda yang cerdik, pintar, berani, tegas dalam membela kebenaran, dan tidak pernah tunduk dalam menghadapi kebatilan. Sikap dan pendirian ini diketahui oleh Raja Herodus yang berkuasa di Palestina. Ia menganggap Nabi Isa sebagai musuh utama yang bisa mengancam kedudukannya. Herodus pun memutuskan untuk membunuh Nabi Isa. Rencana jahat ini sampai ke telinga Maryam. Oleh karena itu, Maryam segera menyelamatkan putranya dengan mengungsi ke Mesir. Maryam dan Nabi Isa tinggal di Mesir selama 12 tahun. Setelah Raja Herodus wafat, Nabi Isa dan ibunya kembali ke Palestina. Mereka menetap di Nasirah (Nasaret). Sebutan " Nasrani" (orang dari Nasirah), yakni pengikut Nabi Isa, berasal dari nama tempat ini.

BUKIT ZAITUN

Pada usia 30 tahun, Nabi Isa a.s. sering pergi ke luar rumah untuk mengasingkan diri dari keramaian, membersihkan nurani, dan mencari pencerahan jiwa. Ketika menuju ke Bukit Zaitun, Nabi Isa jatuh terduduk dekat sebuah batu besar. Tiba-tiba ada yang datang menghampirinya, lalu memintanya menjadikan batu besar itu roti. Namun, Nabi Isa tidak mengabulkannya. "Kebesaran Tuhan hanya ada pada Allah," kata Nabi Isa. Mendengar jawaban ini, " orang" itu yakin bahwa iman Nabi Isa tetap teguh, lalu ia pun menghilang. Nabi Isa sadar bahwa yang menghampirinya itu adalah iblis yang berusaha menyesatkannya.

AHMAD

Ketika berada di Bukit Zaitun, Nabi Isa bersujud dan bersyukur karena selamat dari godaan iblis. Tidak lama kemudian, Malaikat Jibril mendatanginya, lalu menyampaikan tugas kenabian dan kerasulannya. Nabi Isa menerima wahyu Allah Swt. Kepadanya, Allah Swt. menurunkan kitab suci Injil (Q.4:171), pembenaran kitab suci sebelumnya (Taurat), dan nubuat tentang akan turunnya Al-Qur'an kepada Nabi Muhammad Saw. yang disebut Ahmad (Q.61:6).

DAKWAH NABI ISA

Nabi Isa a.s. mulai berjuang menyiarkan ajaran Allah Swt., membeberkan kesalahan para pemuka agama Yahudi, dan menyadarkan mereka tentang penyimpangan mereka dari ajaran Nabi Musa. Karena itu, ia berseru kepada Bani Israil agar mereka mematuhi perintah dan menjauhi larangan Allah Swt. (Q.19:31-36). Ia berdakwah supaya mereka bertobat, yakni kembali ke jalan benar yang telah dirintis oleh para nabi sebelumnya. Namun, dakwah Nabi Isa mendapat perlawanan dengan berbagai fitnah dan ejekan. Mereka memintanya untuk membuktikan kenabian serta kerasulannya dengan maksud untuk menghilangkan pengaruh dan wibawanya. Nabi Isa menunjukkan beberapa mukjizat kepada mereka, tetapi tetap saja ada yang tidak percaya.

MUKJIZAT

Nabi Isa a.s. dikaruniai oleh Allah Swt. beberapa mukjizat, antara lain menghidupkan orang yang meninggal, menerima wahyu kitab Injil, menurunkan hidangan dari langit, menyembuhkan sejumlah penderita penyakit serta orang gila, memulihkan orang pincang menjadi berjalan serta orang bisu menjadi berbicara, memelekkan orang buta sejak lahir, dan membuat burung hidup dari tanah liat (Q.3:49; 5:110).

TANAH MENJADI BURUNG

"Sesungguhnya aku telah datang kepadamu dengan membawa sesuatu tanda (mukjizat) dari Tuhanmu, yaitu aku membuat untuk kamu dari tanah berbentuk burung; kemudian aku meniupnya, maka ia menjadi seekor burung dengan seizin Allah..." (Q.3:49).

HIDANGAN DARI LANGIT

Dalam perjalanan dakwahnya, Nabi Isa a.s. dan para al- hawariyyun merasa lapar dan dahaga. Untuk menenangkan dan meningkatkan iman para pengikutnya, Nabi Isa berdoa agar Allah Swt. menurunkan nikmat- Nya. Doanya dikabulkan. Hidangan makanan dari langit (Q.5:112-114) merupakan bukti nyata kekuasaan Allah Swt. dan kenabian Isa. Mereka menikmati hidangan tersebut dan bersyukur atas rahmat-Nya.

AL-HAWARIYYUN

Nabi Isa a.s. memiliki beberapa sahabat, murid, dan pengikut setia yang disebut al- hawariyyun (Q.3:52; 5:111-115). Mereka meyakini dakwah Nabi Isa, berhati bersih, dan beriktikad baik untuk membela serta membantu perjuangan Nabi Isa. Sebagian dari al- hawariyyun berasal dari keluarga nelayan seperti Syim'un, Adrius, Ya'qub, dan Yuhanna. Ada juga yang berasal dari keluarga pencuci pakaian, yaitu Lukas, Thomas, Markus, Yuhanna, dan beberapa saudaranya yang masih kecil. Mereka mempercayai ajaran Nabi Isa dan mendapatkan pelajaran darinya.

YUDAS

Salah satu pengikut Nabi Isa a.s. berkhianat. Dengan tuduhan palsu, ia mengadu kepada penguasa Romawi bahwa Nabi Isa akan memberontak dan menggulingkan penguasa. Atas petunjuk dari si pengkhianat (Yudas), tentara Romawi mengepung tempat persembunyian Nabi Isa bersama murid-muridnya. Dalam keadaan berbahaya itu, Allah Swt. menyelamatkan Nabi Isa. Nabi Isa tidak disalibkan dan tidak pula dibunuh, tetapi Allah Swt. mengangkatnya (Q.3:55; 4:157-158).

(sumber: Ensiklopedi Islam untuk Pelajar - no.3)

Minggu, 02 Desember 2012

PUASA SUNAH

Shaum atau dikenal dengan puasa, adalah salah satu ibadah utama yang sering dicontohkan Rasulullah SAW. Berdasarkan hukumnya, shaum sendiri terbagi ke dalam 4 golongan, yaitu shaum wajib, shaum sunnah, shaum makruh, dan shaum haram. Dalam artikel kali ini, akan diuraikan secara singkat mengenai shaum sunnah.
Pada prinsipnya, shaum dapat dilakukan pada hari apa saja, selain 2 hari raya dan 3 hari tasyrik, asalkan tidak dikhususkan pada satu hari tertentu. Namun, ada beberapa shaum sunnah yang lazim dikenal dan tercantum dalam hadits-hadits Rasulullah SAW. Shaum-shaum tersebut adalah sebagai berikut:
  1. Shaum Daud
    Shaum ini adalah shaum yang dicontohkan pertama kali oleh Nabi Daud a.s.
    Cara shaum: shaum berselang seling, maksudnya satu hari shaum, satu hari tidak, demikian seterusnya dengan konsisten
    Waktu: bisa kapan saja, asalkan bukan pada hari yang diharamkan untuk shaum, seperti 2  hari raya  (Idul Fitri & Idul Adha) dan 3 hari tasyrik (11,12,13 Dzulhijjah)
    Hikmah: memiliki keutamaan karena sifat seimbangnya dan konsistensi pelaksanaannya
  2. Shaum Arafah
    Shaum ini dilakukan oleh muslim yang tidak sedang melaksanakan wukuf di Arafah pada saat ibadah haji
    Cara shaum: sama seperti shaum biasa
    Waktu: pada tanggal 9 Dzulhijjah (pada saat saudara muslim yang sedang beribadah haji menjalankan wukuf Arafah)
    Hikmah: jika dilakukan dengan ikhlas dan bersungguh-sungguh karena mengharap ridho Allah SWT, dapat menghapus dosa-dosa kecil 1 tahun sebelum shaum dan 1 tahun setelah shaum
  3. Shaum 6 hari di bulan Syawal
    Shaum ini dilakukan pasca shaum wajib Ramadhan pada bulan Syawal
    Cara shaum: dilakukan selama 6 hari (tidak harus berurutan) dalam bulan Syawal
    Waktu: hanya pada hari-hari selama bulan Syawal
    Hikmah: yang melaksanakan shaum 6 hari di bulan Syawal setelah shaum Ramadhan maka pahalanya sama dengan jika shaum selama 1 tahun penuh
  4. Shaum hari Senin dan Kamis
    Shaum sunnah rutin yang dilakukan setiap hari Senin dan Kamis
    Cara shaum: sama seperti shaum biasa
    Waktu: hanya boleh pada hari Senin dan Kamis, tidak boleh hanya selalu Senin atau selalu Kamis saja
    Hikmah: menambah derajat kemuliaan, karena amal manusia ditunjukkan pada Allah setiap Senin dan Kamis
  5. Shaum pada 10 hari pertama bulan Dzulhijah
    Shaum yang dilakukan pada 10 hari pertama di bulan Dzulhijjah
    Cara shaum: sama seperti shaum biasa
    Waktu: hanya pada 10 hari pertama bulan Dzulhijjah, kecuali pada tgl 10 Dzulhijjah (hari raya Idul Adha)
    Hikmah: Allah SWT sangat menyukai amal shalih yang dilakukan pada 10 hari tersebut, salah satunya shaum.
  6. Shaum Ayyamul Bidh
    Shaum ayyamul bidh adalah shaum 3 hari setiap bulan.
    Cara shaum: dilakukan dalam 3 hari berurutan
    Waktu: pada hari ketiga belas, keempat belas, dan kelima belas setiap bulan, kecuali hari tasyrik (13 Dzulhijjah)
    Hikmah: berpeluang mendapat pahala seperti shaum selama setahun
  7. Shaum ‘Asyura dan Tasu’a
    Shaum ‘Asyura adalah shaum pada tanggal 10 Muharram, dan Tasu’a adalah shaum pada tanggal 9 atau 11 Muharram.
    Cara shaum: sama seperti shaum biasa
    Waktu: tanggal 9 dan 10 Muharram, atau tanggal 10 dan 11 Muharram
    Hikmah: shaum ‘Asyura akan menghapus dosa-dosa kecil setahun yang lalu
  8. Shaum di bulan Muharram
    Shaum sunnah yang dilakukan di sepanjang bulan Muharram, bukan hanya pada ‘Asyura saja (10 Muharram)
    Cara shaum: sama seperti shaum biasa
    Waktu: sepanjang bulan Muharram
    Hikmah: menurut Rasulullah SAW, shaum di bulan Muharram adalah yang paling utama setelah Ramadhan
  9. Shaum di bulan Sya’ban
    Shaum yang dilakukan di sepanjang bulan Sya’ban, tapi tidak seluruh hari
    Cara shaum: sama seperti shaum biasa
    Waktu: hari-hari dalam bulan Sya’ban, kecuali tgl 30 Sya’ban (Yaumul Syak) karena saat itu meragukan antara masuk Ramadhan atau belum, namun menurut imam Syafi’i, jika shaum sunnah lainnya jatuh bertepatan pada Yaumul Syak, maka tidak mengapa dilakukan
    Hikmah: Rasulullah SAW melakukan shaum sunnah lebih sering di bulan Sya’ban ketimbang bulan lainnya (kecuali Ramadhan)
  10. Shaum untuk pemuda yang belum menikah
    Shaum ini dilakukan sebagai pengingat diri pada pemuda yang memiliki syahwat tinggi tapi belum menikah.
    Cara shaum: sama seperti shaum biasa
    Waktu: setiap saat kecuali pada hari-hari yang diharamkan untuk shaum
    Hikmah: sebagai perisai dari godaan syahwat yang sangat kuat pada pemuda yang belum menikah.
Semoga kita bisa mengamalkan shaum-shaum sunnah ini. Amin yaa Rabb
Referensi:
  1. http://recyclearea.wordpress.com/2009/09/26/shaum-sunnah/
  2. Rasulullah SAW bersabda “Shalat yang paling disukai Allah adalah shalat Dawud dan shaum yang paling disukai Allah adalah shaum Dawud. Ia tidur setengah malam dan bangun pada sepertiganya dan tidur lagi pada seperenamnya, ia berpuasa sehari dan berbuka sehari.” (Mutafaq’alaih)
  3. Rasulullah SAW bersabda: “Shaum pada hari Arafah akan menghapus dosa 2 tahun, tahun lalu dan tahun yang akan datang.” (H.R Muslim)
  4. Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa melaksankan shaum Ramadhan kemudian dilanjutukan dengan shaum 6 hari di bukan Syawal maka seakan-akan ia telah shaum selam setahun penuh.” (H.R Muslim)
  5. Rasulullah SAW bersabda: “Semua amal akan ditunjukkan (pada Allah) pada ahari Senin dan Kamis, maka aku suka jika saat amalku ditunjukkan, aku dalam kondisi Shaum.” ( Hadits Hasan riwayat at Tirmidzi) Dalam kitab Tuhfatul Ahwadzi disebutkan bahwa arti ditunjukkan adalah ditunjukkan kepada Allah.
  6. Rasulullah Saw. bersabda: “Tidak ada hari dimana amal salih pada hari itu lebih disukai Allah dari pada sepuluh hari ini.” Sahabat berkata, “Wahai Rasulullah, tidak pula jihad fisabilillah?” Beliau bersabda,”Tidak pula jihad fisabilillah, kecuali seseorang yang pergi dengan hartanya lalu tidak kembali lagi.” (HR. at Tirmidzi,Abu daud dan Ahmad)
  7. Dari Abu Dzar berkata, “Rasulullah SAW menyuruh kami shaum tiga hari setiap bulan, yaitu pada hari ketiga belas,empat belas, dan lima belas. Beliau berkata “Itu seperti shaum setahun.” (H.R An Nasa’i)
  8. Rasulullah SAW ditanya tentang shaum pada hari Asyura’ maka beliau bersabda, “ Akan menghapus dosa setahun yang lampau” (HR. Muslim)
  9. Rasulullah SAW. bersabda “Shaum yang paling utama setelah Ramadhan adalah shaum di Bulan Muharram dan Shalat yang paling utama setelah shalat fardu adalah shalat malam.” (HR. Muslim, at Tirmidzi dan Abu Daud) Meskipun dalam sebuah hadits dinyatakan bahwa Nabi SAW lebih banyak shaum pada bulan Rajab, akan tetapi hal ini tidak menafikan fadhilah bulan Muharram. Karena bisa tehjadi Nabi SAW mengetahui fadhilah bulan muharram pda masa-masa akhor (kenabian Beliau) atau beliau banyak menemui uzur pada bulan ini sepert safar dan sebagainya. Yang dimaksud dalam hadits di atas adalah bahwa fadhilah shaum ada pada seluruh bulan Muharram, bukan hanya pada tanggal 10 dimana pada hari itu disunahkan shaum Asyura saja. Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam kitab Tuhfatul Ahwadzi syarh Sunan at Tirmidzi.
  10. Dari Aisyah, Ummul Mukminin RA beliau berkata, “ Rasullullah Saw melaksanakan shaum hingga kami mengatakan beliau tidak pernah berbuka dan beliau berbuka (tidak shaum) hingga kami katakana beliau tak pernah shaum. Dan saya tidak melihat beliau menyempurnakan shaum sebulan penuh selain Ramadhan dan saya juga tidak melihat beliau lebih banyak menjalankan shaum dalam satu bulan kecuali di bulan sya’ban.” (HR. Muslim)
  11. Rasulullah bersabda “Barangsiapa yang shaum pada hari Syak maka ia telah mendurhakai Abu Al Qasim (Rasulullah SAW) .” (HR. Bukhari)
  12. Rasulullah SAW bersabda “Wahai sekalian pemuda, barangsiapa diantara kalian yang telah memiliki kemampuan untuk menikah, maka hendaklah segera menikah, karena menikah akan lebih menundukkan pandangan dan menjaga kemaluan. Dan barangsiapa yang belum mampu maka hendaklah shaum karena shaum akan menjadi perisai baginya.” ( HR. Bukhari dan Muslim)
  13. Majalah ar risalah
  14. Koreksi pada paragraf 2 diatas (Pada prinsipnya.. dst) dituliskan atas masukan dari sahabat Ali. Jazakallah